Belajar Affiliate Marketing, Kenapa Sering Dianggap Penipuan?

Belajar Affiliate Marketing, Kenapa Sering Dianggap Penipuan?

Dengan semakin banyaknya penipuan berkedok affiliate marketing yang terjadi baru-baru ini, mengetahui atau belajar affiliate marketing perlu dilakukan. Salah-salah, kamu bisa terjebak dengan skema baru yang berbahaya. Oleh karena itu, sebisa mungkin mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dimaksud dengan affiliate marketing dan penipuan yang kerap terjadi.

Apakah affiliate marketing penipuan?

Affiliate marketing sendiri merupakan salah satu layanan bisnis yang menyediakan tempat bagi brand untuk memperluas pasarnya dengan menggandeng influencer atau konten kreator. Nantinya, konten kreator akan mempromosikan produk dari brand tersebut. Mereka akan mendapatkan komisi tergantung seberapa banyak produk terjual dari tautan yang mereka bagikan kepada follower mereka.

Saat ini, ada banyak platform yang bisa digunakan untuk affiliate marketing. Misalnya dengan bekerja sama dengan affiliate marketing Shopee, TikTok, atau platform afiliasi lainnya. Sementara, konten kreator atau influencer akan mempromosikan brand atau produk tersebut di sosial media, seperti Facebook, YouTube, Instagram atau TikTok.

belajar affiliate marketing dengan laptopAffiliate marketing merupakan cara legal mendapatkan uang

Tapi ternyata ada banyak cara yang dilakukan oleh penipu. Misalnya dengan menjual produk palsu atau berbeda dengan yang diiklankan, atau mempromosikan produk dan jasa yang ilegal. Bahkan bukan hanya menipu pelanggan atau konsumen, mereka juga biasanya menipu konten kreator yang mempromosikan produk mereka.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa bukan affiliate marketing yang dianggap menipu, tapi pengaplikasian atau produk yang ditawarkan. Sebagian besar affiliate marketing yang ada di Indonesia merupakan bisnis yang legal. Karena sama seperti menjual barang, KOL (Key Opinion Leader) atau influencer mendapatkan komisi dari penjualan yang terjadi.

Jenis penipuan di affiliate marketing

Belajar affiliate marketing tentunya sangat berguna untuk mencegah terjadinya penipuan yang terjadi. Mengingat ada banyak jenis dan model affiliate marketing yang tersedia. Dilansir dari berbagai sumber, ternyata ada tiga model penipuan berkedok affiliate marketing yang sering dilakukan, yaitu:

1. Skema ponzi

Bagi kamu yang belum tahu, skema ponzi merupakan salah satu cara lama yang dikembangkan terus menerus untuk menipu orang lain. Modus penipuan dalam skema ponzi biasanya terjadi dalam investasi, namun tak menutup kemungkinan ditawarkan dengan nama affiliate marketing.

belajar affiliate marketing hindari skema ponziSkema ponzi menjanjikan keuntungan yang cepat

Skema ponzi bisa dideteksi dengan iming-iming menjanjikan keuntungan dengan cepat dan mudah bagi pesertanya. Caranya dengan memberikan keuntungan bagi anggota yang lebih dulu bergabung. Nantinya, mereka akan disuruh untuk mencari anggota baru. Keuntungan dari anggota baru lalu dibagikan kepada anggota yang sudah lebih dulu bergabung.

2. Membayar untuk bergabung

Salah satu jenis penipuan affiliate marketing yang paling mudah dilihat, tapi tetap saja masih mempengaruhi banyak orang adalah meminta anggota baru untuk membayar sejumlah uang untuk bisa bertransaksi. Apalagi ketika Anda harus membayar sejumlah uang yang lebih besar untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Biasanya sebagian besar platform afiliasi memberikan program keanggotaan gratis tanpa bayaran. Meski menarik bayaran, biasanya pembayaran dilakukan sekali saja dan sama untuk semua jenis peserta afiliasi. Untuk menghindari hal ini, pastikan mencari tahu latar belakang platform afiliasi yang ingin Anda ikuti.

3. Produk palsu

Tentu saja sebagai seorang konten kreator, kamu harus memperhatikan brand maupun produk yang kamu promosikan dalam konten kamu. Salah-salah, produk yang bermasalah turut berdampak pada akun kamu. Follower kamu bisa tidak lagi mempercayai akun kamu, atau bisa-bisa kamu diadukan ke pihak kepolisian.

produk kosmetikCek keaslian produk yang kamu promosikan

Contohnya saja pada tahun 2018 lalu, ada enam artis dan influencer Indonesia yang diperiksa oleh polisi karena mempromosikan Derma Skin Care (DSC), DSC merupakan produk skin care ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Para artis dan influencer yang diendorse mengungkapkan bahwa mereka tidak mengetahui jika produk tersebut illegal.

Salah satu produk palsu sekaligus masuk ke dalam skema Ponzi adalah penipuan binary option Quotex yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu. Konten kreator Donu Salmanan disebut mengunggah video berisikan berita bohong dengan memamerkan kekayaannya. Ia menyebutkan bahwa kekayaannya didapatkan dari melakukan trading valuta asing di website Quotex.

Cara mengetahui penipuan berkedok affiliate marketing

Setelah mengetahui apa saja jenis-jenis penipuan atau scam yang sering dilakukan, hal lainnya yang perlu dilakukan adalah mengerti apa saja skema atau detail yang banyak digunakan. Untuk itulah, belajar affiliate marketing perlu dilakukan agar terhindar dari penipuan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengetahui bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Terkadang hal yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan sering menipu. Inilah yang paling banyak digunakan oleh penipu, khususnya di bidang afiliasi.

Selain itu, biasanya para penipu berkedok afiliasi memiliki beberapa kesamaan, Berikut beberapa hal yang sering ditemui, diantaranya:

  • Menggunakan gambar sembarangan dan berkualitas buruk
  • Halaman situs yang dipenuhi dengan berbagai iklan
  • Kata-kata di dalam situs yang dibuat sembarangan.
  • Seringkali menggunakan ajakan menghasilkan uang mudah dalam jumlah besar
  • Kualitas halaman situs yang buruk

Cara mengetahui affiliate marketing yang buruk dan penipu bisa dengan mudah ditemui di internet. Kamu bisa mencari terlebih dahulu mengenai produk sebelum dipromosikan atau mengetahui apakah platform afiliasi yang kamu gunakan berlandaskan penipuan atau platform yang legal.

wanita bermain gamePastikan untuk mencari lebih dalam mengenai affiliate marketing

Kamu juga bisa mencari jenis program affiliate marketing terbaik di Google. Dan platform yang berada di halaman pertama atau kedua seharusnya bersih dari penipuan. Mengingat Google memiliki kontrol kualitas yang baik dan membatasi jika ada website yang mencurigakan. Ingat, sebagian besar platform afiliasi berkedok penipuan dibagikan melalui link atau tautan saja.

Sementara itu, YouTube disebut sebagai lahan subur bagi penipuan. Apalagi iklan yang menjanjikan hal-hal yang fantastis. Selalu berhati-hati dalam mengklik pop up atau tampilan iklan pada video. Mengingat setiap orang bisa saja memasang iklan di YouTube tanpa diketahui legalitasnya.

Memilih platform atau layanan afiliasi sendiri memang membutuhkan perhatian khusus agar tidak terjebak dengan penipuan yang mengatasnamakan affiliate marketing. Dan salah satu platform affiliate marketing yang terpercaya adalah Ecomobi. Ecomobi sendiri merupakan salah satu penyedia layanan afiliasi terbesar di Asia Tenggara dan kini hadir di Indonesia.

Kamu bisa dengan aman dan nyaman memasarkan produk maupun brand yang tersedia tanpa harus takut tertipu dengan brand tersebut. Ecomobi menawarkan berbagai kemudahan bagi kamu yang ingin belajar affiliate marketing. Salah satunya dengan tim profesional yang menjawab segala pertanyaan kamu selama 24/7. 

share this article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *