Gejolak drastis pada dunia sales dan marketing di tengah wabah pandemik – Hal ini wajib kalian ketahui!

Gejolak drastis pada dunia sales dan marketing di tengah wabah pandemik – Hal ini wajib kalian ketahui!

Wabah Covid-19 saat ini sudah memberikan efek negatif yang nyata pada sistem ekonomi dunia, hampir seluruh negara mengalami defisit yang cukup signifikan pada Quartal 2 karena terhambatnya roda perekonomian atas peraturan karantina dengan skala masif. Di Indonesia sendiri saat ini total kasus pasien terkena covid sudah mencapai lebih dari 14.000 kasus, dan terus bertambah hingga saat ini. Tentunya ini akan berdampak buruk untuk para pemilik bisnis jangankan mengembangkan bisnisnya hanya bertahan saja sudah sangat sulit dengan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari pemerintah.

Di awal tahun ini saya berkesempatan untuk bertemu dan mewawancarai lebih dari 100 pemilik bisnis dan juga supplier produk yang menggunakan Social Selling Platform – Ecomobi untuk membantu meningkatkan sales mereka sebelum wabah Covid-19 ini menyerang. Kami mengamati beragam perubahan serta adaptasi di tiap bagian bisnis industri, dan mereka yang berani untuk mengambil langkah besar dalam pandemik ini ternyata dapat meminimalisir efeknya.

Saat wabah pandemik ini mulai diumumkan tentunya banyak sektor-sektor bisnis yang berada dalam ambang kebangkrutan seperti Pariwisata, Transportasi, Offline Store, dan masih banyak lagi karena efek karantina dari pemerintah.

Kondisi Terminal 3 Soekarno Hatta sepi tidak ada antrian

Dampak Covid-19 tentunya mempengaruhi kebiasaan hidup semua orang, mereka yang biasanya dapat berbelanja bebas di pasar ataupun jalan-jalan ke mall kini harus berdiam diri dirumah dan memesannya via channel online seperti Facebook, Instagram, Marketplace, dan Whatsapp. Dan hal ini ternyata dapat menjadi salah satu jalan keluar para pemilik bisnis untuk mengalihkan lini sales dan marketingnya ke dunia digital untuk terus bertahan dan melayani konsumernya.

Para pebisnis mulai menggeser satu-persatu channel marketing secara offline dan tradisional seperti slot iklan di billboard, offline store di mall, dan masih banyak lagi ke area dimana konsumer mereka dapat tetap melihat iklan mereka yaitu dirumah. Bagaimana caranya? Tentu saja TVC (TV Commercials) masih tetap menjadi primadona di masa pandemik ini tetapi harga perslotnya pasti meningkat tajam karena tingginya minat. Tetapi bagi mereka yang dapat melihat celah maka akan lebih memfokuskannya di channel online. Terlihat di awal Q2 tahun ini pengunjung marketplace dan penjualan via online meningkat drastis 15-30%.

Livestreaming, online support, dan fanpage menjadi senjata andalan dalam para pebisnis untuk terus berkembang dan menjangkau konsumernya. Tidak hanya dalam sisi marketing saja yang bergeser, dunia E-Edukasi pun mulai menonjol di mata masyarakat dengan beragam E-Course dan Online Conferences yang bisa mereka akses tentunya merevolusi cara mendapatkan ilmu kedepannya. Bahkan FMCG (Fast-moving consumer goods) pun mulai beradaptasi belakangan ini.

Peralatan rumah tangga, bahan-bahan makanan, dan keperluan lainnya saat ini meningkat tajam dalam pemesanan via online ataupun home delivery. Supermarket raksasa seperti Carrefour, Giant dan lainnya memberikan beragam penawaran khusus bagi mereka yang melakukan pemesanan via online channel. Hal ini membuat order dan revenue tetap stabil bahkan meningkat karena kebutuhan harian selama karantina meningkat 2 kali lipat dari biasanya.

Salah satu promo layanan home delivery – Carrefour

Perubahan perilaku konsumer dan efeknya para strategi marketing pada bisnis

Dalam perkiraan dari beragam ahli dan juga organisasi bisnis, mereka menyimpulkan bahwa kedepannya model bisnis dan strategi yang digunakan saat ini harus sudah mulai bergeser ke dunia online atau digital untuk tetap survive di masa pandemik Covid-19, berdasarkan laporan dan trend dari kebiasaan pengguna kini mata mereka hampir 80% tertuju pada platform online selama masa karantina berlangsung. Hal ini membuat para pebisnis untuk berbenah dan mulai melirik online channelnya untuk mengembangkannya lebih jauh agar dapat lebih mudah meraih target konsumernya. Bagi mereka yang sudah mempersiapkan diri dari sebelumnya hal ini menjadi buah manis yang akan mereka petik karena dipastikan flow order dan salesnya akan terus meningkat.

Dalam diskusi sebelumnya antara Ecomobi bersama Vietnam Creative and Inspirational Space – Vstartup 2019, memprediksi bahwa trend pasar online akan meningkat di tahun 2020 berkat semakin cepatnya revolusi teknologi yang semakin canggih dan akses internet yang sangat mudah serta perkembangan pesat di dunia online advertising. Di dorong dengan efek pandemik ini tentunya pergeseran trend ini akan dipercepat dan pebisnis harus sudah bersiap dengan seluruh revolusi dalam digital marketing. Dan pebisnis yang belum memiliki online channel dan lemah dalam online technical  akan melihat ini menjadi sebuah tantangan baru.

Dengan perubahan signifikan ini tentunya akan banyak beragam industri baru bermunculan, untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumer. Seperti yang terjadi pada krisis tahun 2008 dimana banyak perusahaan baru yang beradaptasi dan menciptakan layanan baru seperti Uber, Airbnb, dan lainnya. Kami juga percaya akan perubahan drastis dibidang layanan edukasi, kesehatan, finance dan teknologi akan menjadi sangat populer kedepannya.

Bisa dibilang pandemik Covid-19 menjadi sebuah pelajaran penting bagi semua orang, selain merenggut kemampuan ekonomi dan kesuksesan big brands di masa sebelumnya. Tetapi krisis ini tentunya membuka mata pebisnis tentang kesempatan yang dapat mereka gunakan di dunia online dan beradaptasi agar dapat memenuhi kebutuhan konsumernya. Selalu ingat bahwa konsumer dan kebutuhannya akan selalu ada dan tidak akan hilang, hanya bergeser dimana mereka membutuhkan dan melihatnya. Ini ditentukan bagi para pebisnis yang berani dan lebih kreatif dalam menghadapi masa sulit ini.

share this article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *