Ini prediksi 5 tren umum yang akan berdampak komprehensif di media sosial 2022

Hanya dalam waktu singkat, media sosial telah menjadi bagian integral dari ekonomi modern. Dari awalnya sebagai alat untuk membantu kita terhubung dengan kerabat dan teman secara online, kini jejaring sosial memainkan peran penting dalam bisnis dan strategi periklanan merek dan bisnis, yang membantu mereka mempertahankan interaksi dengan pelanggan potensial. Dengan lebih dari 3,7 miliar pengguna dari berbagai platform, brand bisnis tidak akan melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan pasokan dan permintaan yang besar, terutama selalu memperhatikan tren terbaru untuk mengoptimalkan traffics, interaksi dari pengguna dan pelanggan.

Mari kita pelajari lebih lanjut tentang 5 tren umum yang akan berdampak komprehensif di media sosial pada tahun 2022 melalui artikel di bawah ini!

1. Ekonomi kreatif akan terus memimpin pasar

Industri bernilai lebih dari $100 miliar saat ini merupakan sumber pembuat konten terbesar di dunia, dengan banyak Influencer/KOL yang berasal dari berbagai platform media sosial yang mendominasi Internet seperti Youtube, TikTok, Instagram. Mereka juga merupakan alat paling ampuh bagi pembuat konten untuk berinteraksi dengan pemirsa, serta berkolaborasi dengan merek. Hal tersebut berkontribusi pada lingkungan e-commerce yang optimal dan potensial.

Pertumbuhan eksplosif dan skala besar TikTok telah menginspirasi pertumbuhan video marketing. Baik YouTube, Instagram, dan bahkan Reddit menerapkan fitur video Shorts atau Reels. Bentu video tersebut yang meskipun pendek, menciptakan pengalaman interaktif yang sangat realistis dengan merek, membantu meningkatkan kesadaran merek dan pengalaman umum dari pengguna.

Media sosial telah menjadi bagian integral dari ekonomi modern

Media sosial telah menjadi bagian integral dari ekonomi modern

Kreator mendapatkan pengikut yang terus bertambah berkat spektrum industri yang luas. Hal ini memastikan jumlah konten tetap terjaga dan strategi online marketing ke depan tetap terjamin.

Dengan “snackable content” begitu yang terus memimpin tren media sosial, industri kreatif akan semakin berkembang di tahun 2022.

2. Digital Marketing akan rumit tetapi lebih ketat

Dengan mengumumkan bahwa Google akan menonaktifkan cookie pelacakan pada tahun 2023, pengguna dapat yakin bahwa data pribadi mereka akan tidak dikumpulkan dan dianalisis untuk memandu konten iklan. Tidak ada lagi cookie sebagai pihak perantara berarti bahwa merek harus memiliki taktik sendiri yang lebih khusus dan transparan untuk menarik kelompok pelanggan yang tepat daripada mengandalkan algoritme yang sudah ada sebelumnya.

Ini berarti bahwa merek harus benar-benar memperhatikan pengalaman pengguna serta kualitas feedback. Karena opsi periklanan yang paling cocok yang tidak bergantung pada cookie perantara sering kali berasal dari konten yang dibuat pengguna (User-generated content), atau email marketing, dan personalized ads di media sosial. Dengan demikian, memahami kebutuhan pengguna akan berlangsung secara selektif dan membutuhkan investasi yang lebih khusus dari merek, untuk menciptakan strategi periklanan yang sesuai.

Pengguna lebih percaya pada influencer yang mereka ikuti setiap hari daripada merek itu sendiri.

Pengguna lebih percaya pada influencer yang mereka ikuti setiap hari daripada merek itu sendiri.

3. Influencer Marketing akan menjadi jenuh

Selain itu, dari peningkatan fokus pada konten buatan pengguna, pandemi yang berkepanjangan juga diperkirakan akan menciptakan tren media sosial 2022 di mana pengguna lebih percaya pada influencer yang mereka ikuti setiap hari daripada merek itu sendiri. Menemukan dan mengembangkan content creator di platform terkemuka seperti TikTok, di mana merek tidak dapat berkampanye sendiri, akan menjadi kondisi inti untuk kesepakatan kerja sama produksi konten di masa mendatang. Sehingga menciptakan lebih banyak kesempatan untuk Influencer/KOLs pada umumnya, dan di Ecomobi pada khususnya.

Kedekatan Influencer/KOL dengan audiens juga berasal dari kualitas interaksi sebenarnya. Oleh karena itu, kelompok influencer yang dikatakan memiliki tingkat interaksi tertinggi, kelompok Nano dan Macro, juga akan lebih banyak diinvestasikan dan digunakan dalam kampanye marketing. Konten yang berasal dari Influencer/KOL akan terjamin kualitas dan kuantitasnya, lambat laun akan jenuh dengan ekonomi kreatif.

4. Merek yang dapat berinvestasi lebih banyak dalam teknologi AR dan VR

Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Ada banyak merek yang sedang berinvestasi dalam e-commerce, khususnya pengalaman belanja virtual, yang memungkinkan pengguna untuk mencoba pakaian favorit mereka secara online.

Filter di Facebook, Instagram, TikTok, juga menerapkan AR dan VR ke pengalaman pengguna. Meskipun masih merupakan teknologi yang relatif baru di Indonesia, namun tentunya akan diterima oleh pengguna dan merek sebagai bagian dari evolusi industri Internet dan Marketing.

5. Grup komunitas di media sosial akan berkembang pesat

Sejalan dengan kejenuhan platform adalah pembentukan komunitas online pada platform yang berbeda. Fakta bahwa merek akan berinvestasi lebih banyak dalam pengalaman pengguna juga berarti bahwa pelanggan dan merek dapat berinteraksi lebih banyak di komunitas ini.

Ini akan menjadi tempat untuk mengirimkan feedback, pandangan, dan pendapat pengguna. Selanjutnya adalah diskusi dan sharing UGC, yang menguntungkan baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Insight pengguna juga akan lebih terfokus sebagai alat untuk membuat iklan yang tepat dan dioptimalkan untuk setiap audiens.

Dapat dilihat bahwa, saat ini, media sosial berkembang pesat dan merupakan peluang yang menguntungkan bagi influencer/KOL. Jika Anda seorang KOL atau Content Creator, daftarlah menjadi anggota Ecomobi di sini!

 

share this article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *