Affiliate Marketing adalah cara yang efektif untuk menghasilkan uang, tetapi pada saat yang sama juga merupakan cara termudah untuk “membakar uang”. Memahami istilah dalam Affiliate Marketing akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat dan sesuai saat menjalankan kampanye afiliasi apa pun.
Pendahuluan Umum
“CPA, CPC, CPM, CPD, CPS, CPI” secara kolektif disebut sebagai kelompok istilah yang berkaitan dengan metode pembayaran (juga dikenal sebagai model pembayaran). Sesuai dengan itu, untuk setiap produk/layanan yang berbeda, Pengiklan akan menerapkan metode perhitungan komisi yang berbeda untuk Penerbit.
Model Pembayaran Affiliate Marketing
Apa itu CPC?
Apa itu CPC? CPC adalah singkatan dari Cost Per Click – model pembayaran dalam affiliate marketing di mana penerbit menerima uang untuk setiap klik pada iklan pengguna, terlepas dari apakah mereka mengambil tindakan selanjutnya atau tidak.
Keuntungan:
- Mudah mengelola biaya: Penerbit dapat menghitung biaya berdasarkan jumlah klik, sehingga lebih mudah mengukur efektivitas iklan.
- Optimasi anggaran: Jika iklan ditampilkan kepada orang yang tidak membutuhkan layanan/produk, mereka tidak akan mengklik iklan ⮕ pengiklan tidak membayar biaya apa pun, sehingga anggaran iklan lebih terjaga (Ini juga merupakan keuntungan dibandingkan dengan pemasaran afiliasi berbasis CPM).
Kekurangan:
- Konversi tidak dijamin: Pengguna mungkin mengklik tetapi tidak mengambil tindakan yang diinginkan.
- Biaya tinggi: CPC adalah bentuk periklanan yang paling populer saat ini, sehingga persaingan sangat tinggi. Untuk kata kunci yang “panas” atau memiliki konversi tinggi dan mudah menghasilkan pendapatan, Anda harus membayar tawaran iklan yang sangat tinggi karena bersaing dengan banyak pesaing.
- Click Fraud: Risiko menerima klik palsu dari bot atau pesaing, juga dikenal sebagai “clickjacking”, untuk menghabiskan biaya iklan.
Kapan digunakan: CPC sering diterapkan dalam kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan situs web atau menarik perhatian pengguna (Lead Generation), seperti kampanye iklan produk baru. Jika Anda memiliki strategi yang tepat untuk membimbing dan mempengaruhi pengguna, CPC akan menjadi metode yang paling hemat biaya dengan tingkat konversi yang tinggi.
Catatan: Untuk mengoptimalkan efektivitas, penerbit harus memastikan konten iklan menarik, menargetkan audiens yang tepat, dan menggunakan teknik untuk menghindari click fraud.
Apa itu CPM?
Pengertian: CPM (Cost Per Mille) adalah model di mana penerbit dibayar berdasarkan jumlah tayangan (biasanya dihitung setiap 1.000 tayangan iklan). Misalnya, dalam iklan Facebook, jika iklan Anda ditampilkan 10.000 kali dan dana yang digunakan sebesar 500 USD, maka CPM-nya adalah 50 USD (untuk setiap 1.000 tayangan).
Harga per CPM tergantung pada industri/jasa pengiklan, platform, lokasi geografis, dan click-through rate (CTR) yang diberikan oleh situs web penerbit.
Rumus perhitungan CPM: (Total biaya pengeluaran campaign + total impressions) * 1000. Misalnya, jika biaya iklan adalah 500 USD dan jumlah tayangan adalah 50, CPM (500: 50) x 1000 = 10 USD
Keuntungan:
- Meningkatkan kesadaran merek: CPM membantu iklan menjangkau banyak pengguna, cocok untuk tujuan branding.
- Mudah diluncurkan: Menyiapkan dan menjalankan kampanye iklan CPM cukup mudah, dan Anda dapat memperkirakan biaya sejak awal.
- Pendapatan tetap bagi penerbit: Penerbit bisa mendapatkan komisi afiliasi meskipun pengunjung tidak mengklik iklan. Anda hanya perlu meningkatkan lalu lintas situs web Anda.
Kekurangan:
- Tindakan tidak dijamin: Sulit bagi pengiklan untuk menargetkan iklan ke pelanggan potensial yang tepat.
- Keterbatasan visibilitas Jika iklan ditempatkan di situs web dengan lalu lintas rendah, peluang iklan untuk menjangkau pengguna akan terbatas.
- Biaya tinggi dengan tingkat konversi rendah: Jika iklan tidak dioptimalkan, tingkat konversi bisa sangat rendah. Misalnya, pengguna yang menggunakan ad blocker dapat melewati iklan, pop-up, dll., yang menyebabkan tayangan menjadi sia-sia.
Kapan digunakan?
CPM berarti bahwa setiap tayangan akan dikenakan biaya, sehingga sangat mudah “membakar uang” tanpa hasil yang maksimal. Saat menjalankan kampanye dengan CPM, penerbit harus mengevaluasi tujuan kampanye dengan hati-hati. Jika tujuannya adalah meningkatkan penjualan langsung (jumlah orang yang mengisi formulir kontak, jumlah pesanan, dll.), maka CPM tidak cocok. Sebaliknya, CPM lebih cocok untuk kampanye branding, meningkatkan kesadaran merek, atau memperkenalkan produk baru.
Apa itu CPA?
Pengertian: CPA (Cost Per Action atau Cost Per Acquisition) adalah model di mana penerbit hanya dibayar ketika pengguna melakukan tindakan tertentu seperti mendaftar akun, menonton video, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, atau membeli produk,…
Keuntungan:
- Optimasi biaya: Pengiklan hanya membayar ketika ada hasil nyata, sehingga lebih efisien dibandingkan dengan CPC dan CPM.
- Mudah dilacak: Dapat dengan mudah mengukur dan melacak tindakan pelanggan.
Kekurangan:
- Biaya tinggi: Persaingan antar penerbit bisa meningkatkan biaya per tindakan.
- Risiko penipuan: Beberapa penerbit mungkin menciptakan tindakan palsu untuk mendapatkan keuntungan dari sistem pembayaran.
Kapan digunakan CPA?
CPA cocok untuk kampanye yang membutuhkan konversi langsung, seperti pendaftaran layanan atau pembelian produk. Jika Anda memiliki basis pelanggan potensial yang besar dan tujuan utama Anda adalah meningkatkan penjualan – yang dapat diukur dengan jelas (misalnya, mengonversi 1.000 prospek menjadi 100 pesanan sukses), maka CPA bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika kampanye hanya bertujuan untuk menarik pengguna agar mendaftar uji coba gratis, efektivitasnya mungkin tidak sebanding dengan biayanya.
Apa itu CPL?
Definisi: CPL (Cost Per Lead) adalah bentuk pembayaran dalam Affiliate Marketing di mana penerbit dibayar untuk setiap prospek (calon pelanggan) yang dikumpulkan, seperti mengisi formulir atau meninggalkan informasi (nomor telepon, alamat email, dll.).
Keuntungan
Menghasilkan prospek: Membantu bisnis menjangkau pelanggan yang memiliki kemungkinan tinggi untuk menjadi pembeli.
Kerugian
Kualitas prospek tidak merata: Beberapa prospek mungkin tidak sesuai atau tidak memiliki kebutuhan nyata.
Kapan digunakan: CPL cocok untuk kampanye yang mengumpulkan informasi pelanggan, terutama dalam industri layanan, pendidikan, atau keuangan.
Apa itu CPS?
Definisi: Dengan CPS (Cost Per Sale), penerbit hanya menerima komisi ketika pengguna membeli produk melalui tautan pemasaran – model ini mirip dengan model pembayaran komisi di platform e-commerce seperti Shopee Affiliate, TikTok Affiliate, Temu Affiliate, dll.
Keuntungan
Aman bagi pengiklan: Mereka hanya membayar ketika ada penjualan nyata, sehingga meminimalkan risiko biaya iklan (berbeda dari CPA – pengguna bisa saja mengklik tautan tetapi belum tentu melakukan pembelian).
Kerugian
- Waktu konversi yang lama: Pelanggan mungkin membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan sebelum membeli produk, yang dapat memengaruhi pendapatan penerbit.
- Jika sistem pengukuran kurang akurat, pengiklan bisa salah menilai efektivitas CPS dan mudah salah menghitung biaya komisi untuk penerbit.
Kapan digunakan:
CPS cocok untuk kampanye dengan nilai produk tinggi atau kampanye jangka panjang seperti pemasaran produk teknologi, perangkat lunak, atau paket layanan premium. Selain itu, perlu pemantauan dan optimasi konten pemasaran yang ketat untuk mencapai tingkat konversi terbaik.
Apa itu CPI?
Definisi: CPI (Cost Per Install) adalah model di mana penerbit menerima uang ketika pengguna menginstal aplikasi, perangkat lunak, atau konten digital lainnya melalui tautan pemasaran.
Keuntungan
Akurat dan jelas: Model ini membantu pengembang aplikasi seluler meningkatkan jumlah pemasangan secara langsung.
Kerugian
- Biaya tinggi: Biaya CPI tidak murah karena persaingan dalam pasar iklan aplikasi seluler semakin ketat.
- Saat menjalankan kampanye CPI, mungkin terjadi situasi di mana pengguna hanya mengunduh aplikasi tetapi tidak berinteraksi atau menggunakannya dalam jangka panjang, sehingga mereka tidak menjadi pengguna “resmi”. Hal ini dapat menyebabkan tingkat umpan balik negatif. Tingkat pemasangan aktual menjadi rendah, yang berdampak negatif pada peringkat aplikasi di toko aplikasi.
Kapan digunakan: CPI cocok bagi pengembang aplikasi, terutama selama fase peluncuran produk. Namun, penerbit perlu memilih kampanye dengan konten aplikasi yang menarik serta menargetkan pengguna yang tepat agar meningkatkan tingkat pemasangan dan penggunaan aplikasi.
Apa itu CPO?
Definisi: Cost Per Order adalah model pembayaran dalam affiliate marketing, di mana penerbit menerima komisi untuk setiap pesanan yang diselesaikan melalui tautan afiliasi. Berbeda dengan CPS (Cost Per Sale), CPO hanya mensyaratkan bahwa pesanan telah dilakukan, tanpa memperhitungkan apakah pelanggan sudah membayar atau belum.
Keuntungan
- Fokus pada pesanan: Memudahkan pelacakan kinerja berdasarkan pesanan tertentu, membantu mengoptimalkan kinerja kampanye.
- Risiko lebih rendah dibandingkan CPS: Karena komisi dihitung segera setelah pesanan dibuat, tidak perlu menunggu pembayaran.
CPO sering diterapkan pada produk dan layanan kelas atas yang membutuhkan pertimbangan matang sebelum transaksi terjadi. Contohnya adalah produk desain interior, perawatan kesehatan, suplemen makanan, dll.
Apa itu CPV?
Definisi: CPV (Cost Per View) adalah bentuk affiliate marketing di mana penerbit dibayar berdasarkan jumlah tayangan video (biasanya di platform seperti YouTube atau Facebook, dan terkadang di situs berita, blog, dll.). Tayangan dihitung jika memenuhi syarat berikut:
- Di YouTube, tayangan dihitung ketika pengguna menonton video selama 30 detik (atau durasi penuh jika video lebih pendek dari 30 detik) atau berinteraksi dengan iklan.
- Di Facebook, tayangan dihitung ketika pengguna berhenti selama minimal 3 detik untuk menonton video.
Keuntungan
- Biaya rendah, mudah diakses: CPV sering kali lebih murah dibandingkan model pembayaran lain seperti CPA atau CPS, karena pengguna hanya perlu menonton iklan tanpa harus melakukan tindakan tertentu. Hal ini membuat CPV lebih mudah dijangkau oleh penerbit dengan sumber daya terbatas.
- Mudah dikontrol: Model CPV memungkinkan penerbit dengan mudah melacak dan mengukur jumlah tayangan, sehingga mereka dapat menyesuaikan strategi iklan jika diperlukan.
Kerugian
- Tidak menjamin konversi: CPV hanya membayar berdasarkan tayangan, sehingga meskipun iklan dapat menjangkau banyak pengguna, tidak ada jaminan tingkat konversi. Banyaknya penonton tanpa tindakan spesifik (pembelian, pendaftaran, dll.) dapat mengurangi efektivitas kampanye.
- Tingkat tayangan berkualitas rendah: Jika kampanye tidak menargetkan audiens yang tepat, hal ini dapat menyebabkan banyak tayangan tetapi tidak berasal dari orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan nyata. Ini akan mempengaruhi efektivitas jangka panjang dan biaya bisa menjadi sia-sia.
Kapan digunakan:
- Kampanye branding: CPV adalah pilihan yang tepat untuk kampanye branding yang bertujuan meningkatkan kesadaran merek daripada menghasilkan konversi langsung.
- Iklan aplikasi: CPV dapat sangat berguna dalam mempromosikan aplikasi seluler, terutama jika tujuan utama adalah meningkatkan jumlah unduhan dibandingkan meminta pengguna segera melakukan tindakan tertentu.
Model afiliasi mana yang harus dipilih oleh publishers?
Saat memilih model affiliate marketing yang sesuai, penerbit perlu mempertimbangkan banyak faktor untuk mengoptimalkan pendapatan dan efektivitas kampanye. Berikut beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan:
Tujuan campaign
- CPA (Cost Per Action) cocok jika tujuan utama adalah menciptakan tindakan spesifik dari pengguna seperti pembelian, pendaftaran, atau pengisian informasi. Model ini menawarkan komisi tinggi tetapi memerlukan lalu lintas berkualitas.
- CPC (Cost Per Click) cocok untuk menarik kunjungan ke situs web atau produk, membantu meningkatkan pengenalan merek. Meskipun tidak menjamin konversi, CPC bisa menjadi pilihan yang baik jika kampanye bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas.
- CPS (Cost Per Sale) adalah pilihan ideal jika publishers dapat menjamin penjualan langsung melalui kampanye. Model ini memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan pengguna tetapi menawarkan komisi tinggi untuk setiap transaksi yang berhasil.
Traffic
Jika penerbit memiliki lalu lintas tinggi tetapi tidak yakin dengan tingkat konversi, CPM (Cost Per Mille) bisa menjadi model yang tepat untuk menghasilkan keuntungan dari setiap 1.000 tayangan iklan. Namun, jika lalu lintasnya berkualitas dan berpotensi menghasilkan tindakan atau pembelian, CPA atau CPS akan memberikan manfaat yang lebih baik.
Karakteristik pengguna
Untuk aplikasi seluler, CPI (Cost Per Install) bisa menjadi pilihan efektif jika tujuan utamanya adalah mendapatkan pengguna yang menginstal aplikasi. Namun, penerbit harus memastikan bahwa unduhan tersebut berasal dari pengguna yang benar-benar tertarik dan mampu menggunakan aplikasi dalam jangka panjang, untuk menghindari situasi di mana hanya ada instalasi tanpa interaksi.
Transparansi dan kontrol
Model CPA dan CPL (Cost Per Lead) mengharuskan penerbit dan pengiklan untuk memiliki pemantauan yang ketat dan transparansi dalam mengukur efektivitas guna memastikan bahwa tindakan atau prospek yang diperoleh valid. Ini membantu mengurangi penipuan dan pemborosan biaya kampanye.
Industri dan jenis produk
CPA dan CPL cocok untuk produk dan layanan bernilai tinggi seperti keuangan, asuransi, atau pendidikan, di mana tindakan spesifik seperti pendaftaran atau pengisian informasi sangat penting.
CPS ideal untuk produk konsumsi atau teknologi, di mana penerbit memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan langsung.
Setiap bentuk pembayaran dalam affiliate marketing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, serta cocok untuk jenis kampanye dan tujuan yang berbeda. Sebagai penerbit, penting untuk memahami model-model ini agar dapat memilih metode yang sesuai dengan strategi pemasaran dan mengoptimalkan pendapatan dari kampanye.
Kontak Ecomobi:
-Fanpage: https://www.facebook.com/ecomobi.asia/
-Instagram: https://www.instagram.com/ecomobi.indonesia/
-Tiktok: https://www.tiktok.com/@ecomobi.indonesia
-Email: info@ecomobi.com