Memahami algoritma TikTok sangat penting karena membantu Anda mengoptimalkan konten agar menarik perhatian dari platform. Dengan begitu, peluang untuk viral dan mendapatkan lebih banyak interaksi semakin besar. Bagi content creators, algoritma ini langsung berdampak pada pertumbuhan channel dan tingkat keberhasilan dalam mempromosikan produk atau layanan, terutama bagi mereka yang menjalankan affiliate marketing.
Apa itu Algoritma TikTok?
Algoritma TikTok adalah sistem kompleks yang dirancang untuk menentukan video mana yang akan muncul di For You Page (FYP) pengguna. Algoritma ini bekerja berdasarkan aktivitas yang Anda lakukan di platform, seperti: video yang Anda tonton, komentar yang Anda tinggalkan, akun yang Anda follow Semua aktivitas ini menjadi sinyal yang digunakan TikTok untuk menyesuaikan FYP Anda, menampilkan konten yang sesuai dengan minat Anda, sekaligus menghapus video yang kurang relevan dari feed Anda.
Bagaimana Algoritma TikTok Bekerja?
Sebelum tahun 2023, algoritma TikTok tidak dijelaskan secara terbuka. Namun, dalam acara TED 2023, Shou Chew – CEO TikTok, mengungkap lebih banyak detail tentang cara kerja algoritma ini.
Step 1: Sensor dan Analisis Konten
Sebelum ditampilkan, setiap video harus melalui proses evaluasi otomatis menggunakan Artificial Intelligence (AI). Dengan bantuan teknologi Natural Language Processing dan Computer Vision, AI akan menganalisis gambar, suara, konteks Tujuannya adalah untuk memastikan video sesuai dengan standar TikTok. Jika video melanggar aturan platform, maka video tersebut akan langsung dihapus.
Step 2: Skoring dan Distribusi
Jika video lolos tahap moderasi awal, TikTok akan mendistribusikannya ke sekelompok kecil pengguna untuk menguji respons. TikTok memberikan skor berdasarkan indikator interaksi berikut:
- Playback Rate (10 poin)
- View-through Rate (8 poin)
- Jumlah Share (6 poin)
- Jumlah Komentar (4 poin)
- Likes (2 poin)
Setiap metrik memiliki bobot yang berbeda dalam penilaian video. Berdasarkan skor ini, TikTok akan menentukan apakah video akan didistribusikan ke audiens yang lebih luas atau tidak.
Step 3: Iterative Distribution Process
Jika video mendapatkan feedback positif, TikTok akan terus mendistribusikannya ke lebih banyak pengguna. Proses ini terus berulang hingga video tersebut trending atau kehilangan engagement, sehingga tidak lagi ditampilkan secara luas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Algoritma TikTok
Ada beberapa faktor yang menentukan bagaimana algoritma TikTok menampilkan konten kepada pengguna. Untuk mengoptimalkan video dan meningkatkan performa channel TikTok Anda, pahami 3 elemen utama algoritma TikTok berikut ini:
Interaksi dan Perilaku Pengguna
Algoritma memperhitungkan data berikut:
- Watch Duration: Semakin lama durasi tonton, semakin besar bobotnya dalam algoritma
- Like dan Share Video
- Akun yang di-follow atau disembunyikan
- Komentar yang diposting
- Video yang ditonton sampai selesai
- Popular Videos
- Video yang ditandai sebagai “Not Interested”
Selain itu, interaksi pengguna lain juga berpengaruh. Jika banyak orang dengan minat yang sama menonton dan menyukai sebuah video, kemungkinan besar video tersebut juga akan muncul di FYP Anda.
Algoritma baru TikTok akan lebih memprioritaskan konten dari channel yang sering Anda interaksi > dibandingkan dengan akun yang hanya Anda follow tetapi sering Anda skip. Ini menjadi faktor kenapa konten/video kamu trend atau tidak.
Informasi Video
Selain interaksi pengguna, TikTok juga menganalisis informasi video untuk menentukan topik dan mengidentifikasi audiens yang tepat. Beberapa metrik yang digunakan adalah:
- Audio: Mengidentifikasi lagu atau sound yang sedang trending.
- Hashtags: Mengategorikan konten dan membantu algoritma memahami isi video.
- Content/Caption: Memberikan informasi tambahan kepada algoritma tentang isi video.
Pengaturan Perangkat dan Akun
Faktor ini memiliki pengaruh yang lebih kecil dibandingkan dua faktor di atas, tetapi tetap diperhitungkan oleh algoritma TikTok. Beberapa informasi yang digunakan untuk memperpersonalisasi pengalaman pengguna adalah bahasa akun, negara lokasi, tipe perangkat yang digunakan.
Faktor yang Dibatasi oleh Algoritma TikTok
Selain memahami faktor penting yang mempengaruhi visibilitas video di TikTok, kamu juga perlu mengetahui faktor-faktor yang dapat membatasi jangkauan video kamu. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
- Konten yang ditonton oleh pengguna
- Spam content
- Duplicate content
- Konten yang ditandai “Not interested” oleh pengguna
- Konten yang dianggap negatif atau berpotensi merugikan/mengganggu
[UPDATE] Apa yang Baru dalam Algoritma TikTok?
Di tahun 2024, algoritma TikTok terus mengalami peningkatan, terutama dalam hal interaksi pengguna, informasi video, dan pengaturan perangkat untuk memberikan konten yang lebih dipersonalisasi. Berikut adalah update penting:
- Video View Rate: TikTok kini memberikan prioritas tinggi pada video yang ditonton sampai selesai oleh audiens. Untuk memanfaatkan ini, kamu harus menarik perhatian penonton dalam 2-3 detik pertama, agar mereka tetap menonton video hingga akhir. Oleh karena itu, video pendek lebih efektif karena lebih mudah ditonton secara penuh.
- SEO on TikTok: Platform ini semakin berfungsi layaknya search engine – bahkan Google sendiri mengakui bahwa TikTok menjadi salah satu mesin pencari yang efektif. TikTok kini memeringkatkan video berdasarkan keyword, caption, dan hashtag dalam kontennya. Ini membuat SEO menjadi alat penting untuk meningkatkan visibilitas video.
- FYP Personalization: TikTok semakin menyempurnakan rekomendasi video dengan mengelompokkan pengguna berdasarkan interaksi mereka. Misalnya, jika tiga orang menyukai video yang sama, algoritma akan mengelompokkan mereka dan merekomendasikan konten serupa, sehingga kreator lebih mudah menjangkau audiens yang tepat.
- Device and Language Preferences: Algoritma TikTok juga mempertimbangkan pengaturan pengguna, seperti bahasa dan jenis perangkat, agar konten yang muncul lebih sesuai dengan preferensi mereka.
Kesalahan Umum dalam “Mengakali” Algoritma TikTok (Update Terbaru)
Fokus pada Kuantitas daripada Kualitas
Salah satu kesalahan terbesar adalah terlalu sering mengunggah video tanpa memperhatikan kualitasnya. TikTok kini lebih memprioritaskan video berkualitas tinggi dengan konten yang kreatif dan menarik, dibandingkan hanya sekadar banyak postingan. Satu video berkualitas yang bisa viral lebih berharga dibandingkan banyak video berkualitas rendah yang justru bisa menurunkan engagement.
Reuse Content dari Platform Lain
Meskipun logo telah dihapus atau dipotong, TikTok tetap dapat mendeteksi video yang diunggah ulang dari platform lain dengan teknologi AI canggih. Ini bisa menyebabkan interaksi turun drastis. Sebagai gantinya, buatlah konten baru yang sesuai dengan tren dan gaya TikTok untuk menarik lebih banyak pengguna dan menghindari penurunan jangkauan.
Posting Konten yang Melanggar Kebijakan atau Mengarahkan Pengguna ke Platform Lain
TikTok, seperti platform lainnya, memiliki aturan ketat untuk mempertahankan pengguna. Jika kamu mengunggah konten yang melanggar kebijakan, seperti mempromosikan perilaku negatif atau mengarahkan pengguna ke platform lain, maka akunmu bisa terkena batasan jangkauan atau bahkan diblokir.
>>> Fokuslah pada konten berkualitas dan patuhi aturan TikTok untuk mendapatkan jangkauan yang optimal.
Note:
- Akun baru di TikTok tidak langsung mendapatkan distribusi luas. TikTok membutuhkan waktu untuk membangun “kepercayaan” terhadap akun tersebut. Oleh karena itu, pastikan kamu bertindak seperti pengguna asli: menonton video, menyukai, berkomentar, dan mengunggah konten awal sebelum berharap pertumbuhan yang cepat.
- Mengubah informasi akun (seperti nama, ID, dan niche) atau menghapus konten lama (jika akun diambil alih) juga bisa mempengaruhi jangkauan akun, sehingga sulit untuk berkembang kembali. Oleh karena itu, pertahankan kualitas konten dan jangan mengunggah video yang tidak kreatif secara berulang-ulang.
Seperti platform lain seperti Facebook, YouTube, atau Instagram, memahami cara kerja algoritma TikTok adalah kunci utama untuk menguasainya. TikTok masih menjadi platform yang menarik bagi content creator untuk menunjukkan bakat mereka. Jadi, ide video yang engaging adalah kunci utama untuk menaklukkan algoritma TikTok! Follow Ecomobi Blog untuk mendapatkan update terbaru dan panduan lengkap tentang Affiliate Marketing!
Kontak Ecomobi:
-Fanpage: https://www.facebook.com/ecomobi.asia/
-Instagram: https://www.instagram.com/ecomobi.indonesia/
-Tiktok: https://www.tiktok.com/@ecomobi.indonesia
-Email: info@ecomobi.com