{"id":40336,"date":"2024-11-27T10:53:50","date_gmt":"2024-11-27T03:53:50","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost:8081\/ecomobi\/?p=40336"},"modified":"2025-04-17T17:25:14","modified_gmt":"2025-04-17T10:25:14","slug":"youtube-algorithm-update","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/youtube-algorithm-update\/","title":{"rendered":"YouTube Algorithm Update: Cara Agar Video Kamu Direkomendasikan di YouTube"},"content":{"rendered":"\n<p>Memahami <em>YouTube algorithm<\/em> akan membantu kamu lebih proaktif dalam proses distribusi konten dan meningkatkan peluang video kamu untuk direkomendasikan. Jadi, apa isi terbaru dari <em>Youtube algorithm<\/em> dan bagaimana cara memaksimalkannya? Yuk cari tahu bersama <a href=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\">Ecomobi<\/a> dalam artikel berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu YouTube Algorithm?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>YouTube algorithm<\/em> adalah sistem kompleks yang dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan merekomendasikan video yang paling relevan berdasarkan minat dan perilaku mereka. Algoritma ini bekerja di berbagai level, mulai dari <em>homepage<\/em>, bagian <em>suggested videos<\/em>, tab <em>Trending<\/em>, hasil <em>search<\/em>, dan belakangan juga di <em>Shorts<\/em>. Tujuannya adalah untuk meningkatkan <em>watch time<\/em> dan <em>engagement<\/em> di platform dengan memprediksi video mana yang kemungkinan besar akan ditonton lebih lama atau mendapatkan interaksi dari pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pembaruan Terbaru YouTube Algorithm<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>YouTube algorithm<\/em> 2024 telah mengalami perubahan signifikan, menciptakan peluang yang lebih adil untuk semua orang. Secara khusus, berikut beberapa hal penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Prioritaskan channel baru<\/strong>: Ini membuat video kamu lebih mudah menjangkau penonton sejak awal. Tidak ada lagi masa \u201ctidur\u201d berbulan-bulan seperti sebelumnya, kamu akan punya peluang untuk dikenal lebih banyak orang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menargetkan dengan tepat apa yang ingin dilihat pengguna<\/strong>: Contoh paling jelas adalah kelahiran <em>YouTube Short<\/em>. Awalnya dikenal sebagai platform video panjang, YouTube tidak ragu untuk berubah demi mengikuti tren dan perubahan perilaku pengguna. Oleh karena itu, video berkualitas dengan <em>completion rate<\/em> tinggi dan <em>interaction rate<\/em> yang bagus akan selalu diutamakan oleh <em>YouTube algorithm<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fokus pada personalisasi pengalaman pengguna<\/strong>: Algoritma ini akan menganalisis minat dan perilaku menonton video pengguna untuk memprediksi konten apa yang kemungkinan besar mereka sukai, lalu menyajikan video yang sesuai agar pengguna bertahan selama mungkin.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lokasi geografis pembuat konten<\/strong>: Waktu publikasi atau bahasa dalam video juga memengaruhi algoritma YouTube.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-youtube-2.webp\" alt=\"Ng\u01b0\u1eddi d\u00f9ng l\u00e0 trung t\u00e2m c\u1ee7a m\u1ecdi thay \u0111\u1ed5i tr\u00ean YouTube \" class=\"wp-image-29304\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-youtube-2.webp 800w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-youtube-2-300x225.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-youtube-2-768x576.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor Utama yang Mempengaruhi YouTube Algorithm<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Average watch time: <em>YouTube algorithm<\/em> bergantung pada banyak faktor untuk merekomendasikan video. Di antaranya, <em>average watch time<\/em> dan <em>average percentage viewed<\/em> adalah dua faktor yang sangat penting. Dua parameter ini mencerminkan tingkat ketertarikan dan kecintaan penonton terhadap konten video, serta menunjukkan daya tarik video \u2013 sesuatu yang sangat dihargai YouTube karena berkaitan dengan pengalaman penonton.<\/li>\n\n\n\n<li>User interaction: <em>Likes<\/em>, komentar, <em>shares<\/em>, dan <em>click-through rates<\/em> adalah sinyal kuat untuk algoritma.<\/li>\n\n\n\n<li>Content consistency: Channel dengan format konten yang jelas dan konsisten biasanya lebih mudah direkomendasikan. Sementara channel yang terlalu beragam namun tidak fokus akan kesulitan membangun pengikut yang loyal.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"390\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/core-factors-affecting-the-youtube-algorithm.webp\" alt=\"Core factors affecting the YouTube algorithm\" class=\"wp-image-31374\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/core-factors-affecting-the-youtube-algorithm.webp 602w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/core-factors-affecting-the-youtube-algorithm-300x194.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/core-factors-affecting-the-youtube-algorithm-600x390.webp 600w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Faktor inti yang memengaruhi YouTube algorithm<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana YouTube Algorithm Mempengaruhi Rekomendasi Video?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Homepage<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah halaman yang pertama kali dilihat pengguna, jadi untuk menjaga pengguna tetap di YouTube, kamu harus menyajikan video dengan topik yang paling diminati dan relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>YouTube mempersonalisasi sepenuhnya berdasarkan riwayat tontonan, kebiasaan <em>engagement<\/em>, dan popularitas video dengan penonton serupa. Artinya, konten kamu harus menarik sejak awal. Menurut laporan, judul dan <em>thumbnail<\/em> yang menarik dapat meningkatkan <em>click-through rate (CTR)<\/em> hingga 2 kali lipat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"538\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page-1024x538.webp\" alt=\"youtube home page\" class=\"wp-image-31380\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page-1024x538.webp 1024w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page-300x158.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page-768x403.webp 768w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page-1536x806.webp 1536w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-home-page.webp 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Homepage YouTube akan menampilkan video yang paling berpotensi mendapatkan klik berdasarkan perilaku browsing kamu.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Suggested video<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Algoritma YouTube lebih memilih video yang relevan atau yang sebelumnya pernah diinteraksikan oleh pengguna. Untuk memanfaatkannya, para <em>YouTubers<\/em> sebaiknya fokus membuat <em>playlist<\/em>, menggunakan fitur <em>End Screen<\/em> untuk menyarankan video lain di channel, atau menautkan video unggulan di komentar agar penonton tetap terlibat. Berdasarkan riset, channel yang secara strategis membuat <em>playlist<\/em> bertema mendapatkan hingga 25% lebih banyak <em>traffic<\/em> dari video ke video dibanding channel yang tidak membuat <em>playlist<\/em>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video-1024x576.webp\" alt=\"youtube suggested video\" class=\"wp-image-31385\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video-1024x576.webp 1024w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video-300x169.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video-768x432.webp 768w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video-800x450.webp 800w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-suggested-video.webp 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>YouTube Shorts<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>YouTube Shorts algorithm<\/em> mirip dengan algoritma TikTok \u2013 yaitu mengikuti model distribusi. Algoritma akan awalnya menayangkan <em>video shorts<\/em> ke kelompok kecil penonton potensial, dan jika mendapatkan tingkat <em>engagement<\/em> tinggi (misalnya 80% <em>retention rate<\/em> untuk video 15 detik), maka akan ditampilkan ke audiens yang lebih luas. Oleh karena itu, penting untuk membuat konten yang menarik sejak detik pertama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Trending tab<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dirancang untuk menampilkan video paling populer di tiap negara, berdasarkan total <em>views<\/em>, laju pertumbuhan <em>views<\/em>, dan sumber <em>views<\/em>. Ini adalah tempat yang bagus untuk konten hiburan (musik, game, film) atau berita.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"628\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-trending-1024x628.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-31390\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-trending-1024x628.webp 1024w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-trending-300x184.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-trending-768x471.webp 768w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/youtube-trending.webp 1141w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Agar Video Kamu Direkomendasikan di YouTube Secara Terus-Menerus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Thumbnail dan judul yang menarik<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah faktor utama dalam meningkatkan <em>CTR<\/em>, tapi hindari judul <em>clickbait<\/em> yang mengecewakan dan menurunkan <em>watch time<\/em>. Kamu bisa meninjau metrik ini di <em>YouTube Studio<\/em> \u2b95 <em>Analytics<\/em> \u2b95 <em>Reach<\/em> \u2b95 <em>Thumbnail CTR<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bandingkan berbagai video, termasuk video dengan banyak <em>views<\/em> dan sedikit <em>views<\/em>, untuk mendapatkan penilaian paling objektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Tingkatkan viewer completion rate dan engagement<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah dua faktor yang sangat dihargai oleh <em>YouTube algorithm<\/em> karena fokus pada pengalaman penonton. Untuk mencapainya, kualitas konten adalah penentu utama. Kamu perlu melakukan riset topik secara mendalam, membuat skrip yang menarik, melakukan <em>editing<\/em> secara profesional, mengunggah video berkualitas tinggi, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, membalas komentar dan mendorong penonton untuk <em>share<\/em> akan membantu meningkatkan sinyal positif untuk video.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Gunakan YouTube Shorts<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Shorts<\/em> adalah dorongan besar dari YouTube, membuat video pendek lebih mudah diakses oleh pengguna. Video dalam format ini tidak hanya cepat mendapatkan banyak <em>views<\/em>, tapi juga bisa menarik lebih banyak penonton ke channel utama. Konten yang cocok bisa berupa tips cepat, cuplikan dari video panjang, atau tren viral.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"450\" src=\"https:\/\/ecomobi.com\/ecomobi\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cach-lam-video-Youtube-de-xuat-thuat-toan-youtube.webp\" alt=\"Youtube Shorts l\u00e0 c\u00e1ch t\u1eadn d\u1ee5ng thu\u1eadt to\u00e1n Youtube hi\u1ec7u qu\u1ea3 \u0111\u1ec3 thu h\u00fat ng\u01b0\u1eddi d\u00f9ng v\u00e0 \u0111i\u1ec1u h\u01b0\u1edbng \u0111\u1ebfn k\u00eanh ch\u00ednh\" class=\"wp-image-29279\" style=\"width:800px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cach-lam-video-Youtube-de-xuat-thuat-toan-youtube.webp 800w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cach-lam-video-Youtube-de-xuat-thuat-toan-youtube-300x169.webp 300w, https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cach-lam-video-Youtube-de-xuat-thuat-toan-youtube-768x432.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">YouTube Shorts adalah cara yang efektif untuk memanfaatkan YouTube algorithm dalam menarik perhatian pengguna dan mengarahkan mereka ke main channel kamu.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Mulai sebuah video series<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Membuat video dengan tema yang saling terkait akan mendorong penonton untuk menonton lebih banyak, meningkatkan session time mereka. Ini membantu algoritma memprioritaskan untuk merekomendasikan lebih banyak video dari channel kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa saran:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahkan video terkait, video dengan topik yang sama, atau video yang paling banyak ditonton ke dalam sebuah playlist.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan fitur End Screen untuk menyarankan video terkait kepada audiens kamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Pin video unggulan di komentar atau sebutkan di deskripsi.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cHangatkan\u201d channel kamu dengan menggunakan alat Community Tab<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berinteraksi melalui Community Tab dengan mengumumkan perilisan video, event, atau memposting poll, foto, atau pertanyaan akan membuat audiens kamu tetap terhubung dan meningkatkan engagement, yang sangat dihargai oleh algoritma YouTube. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan tab ini untuk mengetahui konten dan topik yang diminati oleh audiens kamu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Gabungkan dengan Influencer Marketing atau Collaboration<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berkolaborasi dengan kreator lain dalam bidang yang sama membantu memperluas jangkauan audiens. Sebuah video yang dibuat bersama dengan 1 atau lebih kreator lain tidak hanya mendatangkan penonton baru (memanfaatkan penonton dari kreator yang diajak kolaborasi), tetapi juga menambah daya tarik pada channel kamu. Ini adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan YouTube views dan juga menaikkan tingkat penyelesaian video serta channel subscriptions secara rutin dari penonton tanpa iklan \u2013 \u201ckilling two birds with one stone\u201d dengan memanfaatkan algoritma YouTube secara tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Cara agar video kamu direkomendasikan oleh YouTube \u2013 Buat video berdasarkan minat dan kebutuhan penonton<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu bisa menggunakan tools seperti Google Trends atau pergi ke YouTube Studio Analytics dan perhatikan hal-hal seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Top content: ini adalah video di channel kamu yang memiliki jumlah view terbanyak, kamu bisa menggunakannya untuk terus memproduksi video dengan niche\/topik yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Channels that your audience watches: ikuti channel YouTube dengan niche\/konten yang sama seperti channel kamu dan lihat apakah mereka menerapkan konten tertentu untuk mendapatkan ide baru bagi video kamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Content your audience watches<\/li>\n\n\n\n<li>Videos that help grow your audience<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Bahkan jika kamu mengangkat topik yang sama, jika video kamu mendekatinya dari sudut pandang baru, mengevaluasi aspek lain, atau hanya memiliki gaya interpretasi, editing (suara\/gambar) yang berbeda juga akan meningkatkan kemungkinan video kamu direkomendasikan oleh YouTube.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Buat headline yang mengandung pertanyaan atau solusi terhadap masalah<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Judul yang mengandung pertanyaan atau permasalahan yang perlu diselesaikan akan membangkitkan rasa penasaran dan menarik klik. Misalnya, \u201cBagaimana cara efektif meningkatkan YouTube views?\u201d atau sejenisnya. Ini tidak hanya membantu meningkatkan CTR (Click Through Rate) tetapi juga membuat penonton menonton lebih lama jika video tersebut memberikan solusi atas masalah yang mereka pedulikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengembalikan Rekomendasi Channel YouTube yang Kehilangan Rekomendasi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Baik kamu yang baru belajar tentang YouTube atau seseorang yang sudah lama menghasilkan uang di YouTube, kehilangan rekomendasi atau views pada channel YouTube adalah masalah yang paling umum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Mengapa channel kamu kehilangan rekomendasi dan views?<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Video-video sebelumnya memiliki views yang stabil, bahkan terus meningkat. Tapi video yang diunggah setelahnya mengalami penurunan views. Jadi apa penyebab dari \u201csakit kepala\u201d ini? Ini bisa dijelaskan oleh alasan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Algoritma YouTube berubah: Seperti yang sudah disebutkan di atas, YouTube sekarang memprioritaskan channel baru, sehingga channel besar atau channel yang sudah dimonetisasi bisa saja mengalami penurunan rekomendasi, yang menyebabkan penurunan views secara tiba-tiba.<\/li>\n\n\n\n<li>Overuse of SEO: Memasukkan terlalu banyak kata kunci ke dalam deskripsi, tag, dan hashtag membuat YouTube menganggapnya sebagai spam, tindakan untuk menarik penonton dan menipu mesin pencari => kehilangan rekomendasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Konten berkualitas rendah dan tidak menarik: Durasi tonton rata-rata dan persentase rata-rata video yang ditonton rendah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Solusi agar video kamu kembali direkomendasikan oleh YouTube<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam kasus seperti ini, solusinya hampir sama seperti konten yang sudah disebutkan di atas. Namun, akan ada beberapa solusi yang lebih tepat dan spesifik sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Optimalkan judul dan thumbnail <\/strong>untuk meningkatkan click-through rate (CTR) \u2013 faktor paling penting dalam menarik perhatian penonton.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangan terlalu berlebihan dalam SEO<\/strong>: SEO YouTube sekarang tidak sepenting dulu, tapi masih bisa efektif jika dilakukan dengan benar. Kamu hanya perlu fokus pada judul yang menarik dan menggugah. Algoritma YouTube tidak lagi memprioritaskan tag, hashtag, dan deskripsi, jadi kamu bisa mengabaikannya. Jika perlu digunakan, jangan lebih dari 3 hashtag.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis channel:<\/strong> Tinjau dan analisis metrik seperti average view duration, average % viewed, reach, dll. untuk menemukan solusi yang tepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangi frekuensi upload video: <\/strong>Jika kamu mengunggah terlalu banyak video, YouTube bisa salah mengira itu sebagai spam. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba mengurangi jumlah video dan cek apakah penurunan views membaik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Riset ulang topik: <\/strong>Jika kamu awalnya membangun channel berdasarkan trend atau topik panas, namun seiring waktu tingkat ketertarikan menurun sehingga views juga menurun, kamu harus riset ulang topik dan BUILD A NEW CHANNEL (algoritma YouTube sedang memprioritaskan channel baru).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Upload video dengan durasi 30 menit atau lebih<\/strong> dan pastikan konten videonya berkualitas tinggi dan menarik untuk meningkatkan waktu tonton (kalau tidak bisa jadi malah berdampak buruk).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangan edit video lama<\/strong> (termasuk mengganti judul, menambah\/menghapus tag, dll.) agar tidak kehilangan rekomendasi sepenuhnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terakhir, tetap konsisten dan jangan menyerah:<\/strong> Proses untuk mendapatkan rekomendasi kembali memerlukan waktu yang lama, bisa sampai beberapa bulan. Ikuti kebijakan monetisasi YouTube terbaru dan Community Guidelines, dan selalu fokus pada kualitas video.<br><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Tip: <\/strong>Secara alami, setiap platform sosial ingin menarik sebanyak mungkin pengguna untuk tetap tinggal. Moto dari kreativitas adalah menempatkan audiens di pusatnya. Daripada bertanya, \u201cBagaimana cara mengalahkan algoritma?\u201d, lebih baik ubah pertanyaannya menjadi: \u201cBagaimana cara menyenangkan audiens saya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kamu akan benar-benar termotivasi untuk membuat konten yang memiliki nilai terbaik bagi penonton, meningkatkan kepuasan mereka untuk mendorong retensi jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Membangun channel YouTube yang sukses membutuhkan kombinasi antara kreativitas, pemahaman terhadap audiens, ketekunan, dan sedikit keberuntungan. Tetapkan tujuan kamu, riset pasar kamu, buat konten berkualitas, dan bangun komunitas kamu. Dan ingat, algoritma YouTube hanyalah alat, yang paling penting adalah kamu menciptakan nilai nyata untuk audiens kamu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kontak Ecomobi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>-Fanpage:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/ecomobi.asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.facebook.com\/ecomobi.asia\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>-Instagram:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ecomobi.indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/ecomobi.indonesia\/<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>-Tiktok:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@ecomobi.indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.tiktok.com\/@ecomobi.indonesia<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>-Email: info@localhost<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami YouTube algorithm akan membantu kamu lebih proaktif dalam proses distribusi konten dan meningkatkan peluang video kamu untuk direkomendasikan. Jadi, apa isi terbaru dari Youtube algorithm dan bagaimana cara memaksimalkannya? Yuk cari tahu bersama Ecomobi dalam artikel berikut ini! Apa itu YouTube Algorithm? YouTube algorithm adalah sistem kompleks yang dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":29352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[],"tags":[156],"class_list":["post-40336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","tag-youtube-id","entry","has-media"],"acf":[],"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat.webp",1280,720,false],"thumbnail":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-300x169.webp",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-768x432.webp",768,432,true],"large":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat.webp",1280,720,false],"2048x2048":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat.webp",1280,720,false],"ocean-thumb-m":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-600x600.webp",600,600,true],"ocean-thumb-ml":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-800x450.webp",800,450,true],"ocean-thumb-l":["https:\/\/ecomobi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/thuat-toan-Youtube-moi-nhat-1200x700.webp",1200,700,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Andrew Do","author_link":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/author\/anhdq\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Memahami YouTube algorithm akan membantu kamu lebih proaktif dalam proses distribusi konten dan meningkatkan peluang video kamu untuk direkomendasikan. Jadi, apa isi terbaru dari Youtube algorithm dan bagaimana cara memaksimalkannya? Yuk cari tahu bersama Ecomobi dalam artikel berikut ini! Apa itu YouTube Algorithm? YouTube algorithm adalah sistem kompleks yang dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40336"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40337,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40336\/revisions\/40337"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ecomobi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}